Persiapan pergi ke Tanah Suci biasanya sudah dimulai jauh-jauh hari. Mulai dari menyiapkan dokumen, perlengkapan ibadah, hingga menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama perjalanan.

Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: persiapan vaksinasi.

Bagi calon jamaah haji dan umroh dari Indonesia, vaksinasi bukan hanya tentang menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Beberapa vaksin juga menjadi bagian dari persyaratan kesehatan perjalanan ke Arab Saudi.

Dua vaksin yang penting untuk diperhatikan adalah vaksin meningitis meningokokus dan vaksin polio.

Mengapa Vaksin Meningitis Penting?

Meningitis meningokokus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Penyakit ini dapat menyebabkan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang dan dapat berkembang menjadi kondisi yang serius.

Risiko penularan menjadi perhatian khusus dalam perjalanan haji dan umroh karena jamaah akan bertemu dengan orang dari berbagai negara dan berada di tempat yang sangat ramai.

Karena itu, Arab Saudi mewajibkan vaksin meningitis meningokokus bagi orang yang akan melakukan umroh dari semua negara. Untuk Haji 1447H/2026, vaksin meningitis juga termasuk persyaratan kesehatan bagi jamaah dari seluruh negara.

Vaksin yang digunakan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan Arab Saudi. Untuk vaksin meningokokus konjugat ACYW/ACYWX, vaksin harus diberikan dalam 5 tahun terakhir dan setidaknya 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi. Sementara vaksin polisakarida ACYW memiliki masa berlaku 3 tahun dan juga harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum kedatangan.

Jadi, jangan sampai vaksin baru dilakukan ketika jadwal keberangkatan sudah sangat dekat.

Bagaimana dengan Vaksin Polio?

Selain meningitis, calon jamaah dari Indonesia juga perlu memperhatikan vaksin polio.

Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang sistem saraf. Meskipun sebagian besar orang mungkin tidak mengalami gejala berat, infeksi polio dapat menyebabkan kelumpuhan.

Dalam persyaratan kesehatan Arab Saudi, Indonesia termasuk negara yang jamaahnya perlu memenuhi persyaratan vaksinasi polio sebelum masuk Arab Saudi.

Untuk jamaah dari Indonesia, ketentuan yang berlaku mencakup pemberian vaksin IPV (Inactivated Polio Vaccine). Persyaratan dan jenis vaksin yang diterima dapat mengikuti ketentuan terbaru dari otoritas kesehatan Arab Saudi.

Untuk IPV, vaksin direkomendasikan diberikan dalam 12 bulan terakhir dan setidaknya 4 minggu sebelum kedatangan.

Jangan Menunggu Sampai Mendekati Keberangkatan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap vaksinasi sebagai urusan yang bisa dilakukan menjelang keberangkatan.

Padahal, ada batas waktu tertentu yang perlu diperhatikan.

Vaksin meningitis, misalnya, harus diberikan setidaknya 10 hari sebelum tiba di Arab Saudi. Sementara vaksin polio untuk jamaah dari Indonesia direkomendasikan diberikan setidaknya 4 minggu sebelum kedatangan.

Karena itu, semakin awal mempersiapkan vaksinasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk memastikan semuanya sudah lengkap.

Jadi, Kapan Sebaiknya Mulai?

Tidak perlu menunggu sampai tiket pesawat sudah di tangan.

Begitu jadwal keberangkatan mulai diketahui, calon jamaah dapat mulai melakukan konsultasi kesehatan. Dengan begitu, tenaga kesehatan dapat membantu memastikan vaksin apa saja yang diperlukan dan kapan waktu pemberiannya.

Selain vaksinasi, jamaah juga dapat sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan, obat-obatan yang rutin dikonsumsi, serta persiapan fisik sebelum perjalanan.

Yang juga penting, persyaratan kesehatan perjalanan dapat diperbarui oleh otoritas Arab Saudi. Karena itu, selalu pastikan informasi yang digunakan merupakan persyaratan terbaru sebelum keberangkatan.

Siapkan Kesehatan, Agar Lebih Tenang Beribadah

Pergi ke Tanah Suci adalah perjalanan yang istimewa. Persiapannya pun sebaiknya tidak hanya soal koper dan perlengkapan ibadah.

Memastikan vaksinasi sudah sesuai merupakan salah satu langkah sederhana untuk mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik.

Jangan tunggu sampai mendekati keberangkatan. Konsultasikan persiapan kesehatan Haji dan Umroh Anda bersama tenaga kesehatan di RSU Banjar Patroman.

Dengan persiapan yang baik, semoga perjalanan menuju Tanah Suci dapat berlangsung dengan sehat, aman, dan lancar.

---

Referensi

  1. Ministry of Health, Kingdom of Saudi Arabia. Health Requirements for Hajj 1447H (2026).
  2. Ministry of Health, Kingdom of Saudi Arabia. Health Requirements and Recommendations for Travelers to Saudi Arabia for Umrah.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jemaah Umrah Kini Wajib Vaksinasi Meningitis, 2024.
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemerintah Wajibkan Vaksinasi Polio Selain Meningitis untuk Jemaah dan Petugas Haji, 2025.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Infeksi Emerging. FAQ Meningokokus, pembaruan April 2026.