Radang amandel atau tonsilitis adalah peradangan pada dua jaringan berbentuk bulat di sisi belakang tenggorokan. Kondisi ini cukup sering terjadi pada anak dan umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun sebagian kasus dipicu bakteri, termasuk bakteri Streptococcus grup A. Mayo Clinic
Gejala radang amandel
Gejala yang dapat muncul pada anak meliputi:
- Sakit tenggorokan.
- Amandel tampak merah dan membengkak.
- Nyeri atau sulit menelan.
- Demam.
- Bercak putih atau kuning seperti nanah pada amandel.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Bau mulut.
- Batuk, sakit kepala, atau nyeri telinga.
- Suara terdengar bindeng atau teredam.
- Nafsu makan menurun.
Pada anak yang belum dapat menjelaskan keluhannya, tanda-tandanya bisa berupa rewel, menolak makan atau minum, mengeluarkan air liur berlebihan, serta tampak lemas.
Amandel yang membesar juga dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti mendengkur keras, tidur dengan mulut terbuka, sering terbangun, atau napas berhenti sesaat saat tidur.
Penyebab dan penularan
Radang amandel paling sering disebabkan oleh virus yang juga memicu batuk-pilek atau flu. Bakteri, terutama Streptococcus grup A, juga dapat menyebabkan radang tenggorokan dan amandel.
Untuk mengurangi risiko penularan, ajarkan anak untuk:
- Mencuci tangan secara teratur.
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
- Tidak berbagi alat makan, botol minum, atau handuk.
- Beristirahat di rumah selama demam.
- Menghindari asap rokok dan iritan lain.
Penanganan di rumah
Bila penyebabnya virus, radang amandel biasanya membaik dengan perawatan suportif:
- Pastikan anak cukup istirahat.
- Memberikan cairan lebih sering untuk mencegah dehidrasi.
- Menawarkan makanan lunak dan minuman yang nyaman.
- Memberikan minuman hangat atau makanan dingin seperti es loli.
- Menggunakan parasetamol atau ibuprofen sesuai usia dan petunjuk dokter.
- Menjaga kelembapan udara di kamar.
Antibiotik hanya bermanfaat bila radang amandel disebabkan oleh bakteri. Jangan berikan antibiotik tanpa pemeriksaan serta resep dokter.
Kapan anak perlu dibawa ke dokter?
Periksakan anak ke dokter bila sakit tenggorokan disertai demam, keluhan menetap atau memburuk, infeksi sering berulang, atau anak mengalami nyeri dan kesulitan menelan.
Segera bawa ke instalasi gawat darurat jika terdapat:
- Kesulitan bernapas.
- Tidak mampu menelan cairan atau air liur.
- Suara berubah drastis atau sulit berbicara.
- Pembengkakan di dalam mulut atau tenggorokan.
- Kesulitan membuka mulut.
- Sakit tenggorokan yang memburuk dengan cepat.
Kapan tonsilektomi dipertimbangkan?
Operasi dapat dipertimbangkan apabila anak mengalami:
- Radang tenggorokan atau tonsilitis sedikitnya 7 kali dalam satu tahun.
- Sedikitnya 5 kali per tahun selama dua tahun berturut-turut.
- Sedikitnya 3 kali per tahun selama tiga tahun berturut-turut.
- Gangguan napas saat tidur atau obstructive sleep apnea.
- Kesulitan menelan atau bernapas yang berkaitan dengan ukuran amandel.
- Abses di sekitar amandel yang berulang.
Tonsilektomi radiofrekuensi
Teknik ini memanfaatkan energi radiofrekuensi dengan panas yang lebih rendah dibandingkan elektrokauter konvensional, sehingga diharapkan dapat mengurangi cedera jaringan di sekitar area operasi. Sebuah uji klinis acak tersamar ganda pada 40 anak usia 3–14 tahun menunjukkan bahwa kelompok radiofrekuensi mengalami nyeri pascaoperasi awal yang lebih rendah, kehilangan darah selama operasi yang lebih sedikit, serta lama rawat yang lebih singkat.
Kelebihan teknik radiofrekuensi:
- Potensi nyeri pascaoperasi awal yang lebih ringan.
- Potensi perdarahan selama operasi yang lebih sedikit.
- Trauma panas ke jaringan sekitar yang lebih rendah.
- Pemulihan dan lama rawat yang berpotensi lebih singkat.
Radiofrekuensi bukan berarti bebas risiko. Tonsilektomi tetap membutuhkan anestesi umum dan dapat memiliki risiko perdarahan, nyeri, mual, infeksi, atau komplikasi lain.
Layanan Tonsilektomi Radiofrekuensi RSU Banjar Patroman
Apakah anak sering mengalami radang amandel, mendengkur keras, atau mengalami gangguan napas saat tidur? Konsultasikan kondisi anak kepada dokter spesialis THT untuk mengetahui apakah tonsilektomi diperlukan.
Jadwalkan KonsultasiArtikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung.